Studi Kasus UX : BarberBook (booking tempat cukur)

Aditya Osama Hakim Efendy
3 min readSep 7, 2021
Photo by Nathon Oski on Unsplash

pemesanan tempat cukur dimana hanya dengan aplikasi saja.

Suatu ketika saya pergi ke salah satu barbershop ternama di kota Balikpapan untuk mencukur rambut yang udah gak karuan ini. Saya sedikit sebal karena antrian yang cukup panjang padahal saya ada keperluan lain di hari itu.

1. Permasalahan (Emphatize)

Seperti pengalaman saya diatas kadang ketika pergi ke barbershop kita mendapati tempat itu sedang ramai. Kita bisa memilih mau menunggu atau cari barbershop yang lain.

Menunggu antrian lumayan membuang waktu kita. Di lain sisi mencari barbershop lainnya juga membutuhkan waktu dan belum tentu kita mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan harapan kita apalagi jika belum pernah ke tempat tersebut.

2. Kebutuhan Pengguna (Define)

Berdasarkan permasalahan saya tadi dan beberapa asumsi orang-orang yang ingin pergi ke barbershop pasti akan mempertanyakan hal-hal berikut ini :

  1. Barbershop ini sedang buka atau tutup ya ?
  2. Kalaupun buka antriannya seberapa lama ?
  3. Berapa lama waktu estimasi untuk antriannya ?
  4. Service atau layanan yang diberikan pada barbershop tersebut apa saja dan harganya berapa ?
  5. Bagaimana kualitas pelayanannya ?
  6. Bagaimana dengan metode pembayaran apakah bisa cashless ?

3. Ideate

Setelah mendapatkan kebutuhan pengguna kita dapat berandai-andai bagaimana jika setiap orang mengetahui barbershop favorit buka atau tidak, bagaimana kondisi antriannya.

Pengguna juga dapat melihat barbershop lain yang pelayanannya bagus dan antriannya tidak lama jika tempat favoritnya sedang tutup. Fitur antrian yang menunjukkan berapa lama lagi antrian kita jika sudah memesan sangat membantu pengguna, jadi sambil menunggu antrian mereka bisa melakukan aktivitas selagi menunggu antrian mereka.

Setelah mendapatkan ide, selanjutnya kita dapat membuat user flow nya.

User flow untuk melakukan pemesanan barbershop
User flow untuk melihat history pemesanan
User flow untuk memilih metode pembayaran

4. Prototype

Setelah membuat user flow, selanjutnya kita akan membuat prototype dari rancangan ide kita tadi. Biasanya prototype diperlukan untuk menguji rancangan dari aplikasi yang kita buat apakah sesuai dengan keinginan target pengguna kita atau tidak, dan mendapatkan feedback dari calon pengguna.

Link Prototype BarberBook : https://bit.ly/387FIy5

Sekian Studi Kasus UX ini.

Jika ada saran, kritik yang membangun mohon disampaikan.

Terima kasih :)

Dribbble

--

--